Petani karet kini menikmati hasil yang cukup membantu perekonomian keluarga, bahkan hasil yang di dapat saat ini lebih dari cukup untuk ukuran kepemilikan satu kapling ( kurang lebih 2 Ha ). bisa dibayangkan sebuah perkebunan karet yang memiliki ribuan ha, sudah pasti meraup keunhtungan yang kian melambung.
latex
mushroom
rubber tapping
latex cup
waste water treatment
oil palm
weeds
rubber tree

Minggu, 30 September 2012

Hutan Tanaman Industri (HTI) - Komodity Karet


Sejak tanaman karet diperbolehkan sebagai salahsatu tanaman pada Hutan Tanaman Industri, beberapa perusahaan besar tidak mau menyia-nyiakan kesempatan baik ini, apalagi harga komoditas karet yang tetap bertahan tinggi. Keuntungan pengelola HTI karet adalah kemampuan mendapatkan lahan yang cukup luas. Dewasa ini untuk mendapatkan lahan HGU sudah semakin susah, apalagi harus memilih tanah mineral sebagai tempat terbaik pembuatan perkebunan karet.

Ada  beberapa perbedaan yang mendasar pada perkenbunan karet jika dibandingkan dengan karet paqda Hutan Tanaman Industri. perbedaan tersebut antara lain;
  1. Tanaman karet mempunyai siklus hidup lebih lama ( 30 tahun)
  2. Tanaman karet mampu berproduksi setiap hari.
  3. Pengelolaan lebih intensif
  4. Membuka lapangan kerja lebih banyak
  5. Modal pembangunan kebun lebih mahal.
  6. Keuntungan lebih banyak.
  7. Transportasi produksi lebih mudah
  8. Management lebih sederhana.
Sedangkan untuk tanaman HTI yang sekarang banyak diusahakan seperti Acacia dan Eucaliptus mempunyai sifat yang bebrbeda dengan tanaman karet diatas ;
  1. Siklus Hidup 5 tahun
  2. Produksi setiap 5 tahun
  3. Pengelolaan kurang intensif
  4. Menyerap lapangan kerja lebih sedikit
  5. Modal pembangunan lebih kecil
  6. Keuntungan lebih kecil
  7. Transportasi memerlukan infrastruktur yang lebih mahal
  8. Management lebih komplex (terlalu banyak departemen, kerja kurang efektif)
Olehkarena perbedaan mendasar tersebutlah bagi anda yang ingin memulai HTI karet agar bisa mengantisipasi perbedaan-perbedaan mendasar tersebut diatas. Hal yang penulis jumpai pada pembangunan HTI karet adalah perbedaan bahwa tanaman acacia bisa ditanam kapansaja tanpa olah tanah yang baik, namun berbeda dengan tanaman karet yang hanya bisa di tanam saat air tanah cukup dan memerlukan olah tanah yang lebih baik. Demikian semoga tulisan ini bisa memberikan gambaran pada pengusaha-pengusaha yang berminat menghutankan karet. 

Selasa, 20 September 2011

Latex Diagnosis


Dalam tubuh manusia, analisa terhadap komposisi biokimia (gula, kolesterol, Ca2+ dll) dalam darah atau cairan fisiologis lain juga aktivitas emzym memiliki kontribusi yang besar untuk mengetahui kesehtan total manusia. Pada tanaman karet, metoda yang sama bisa dilakukan terhadap cytoplasma latex. Dipercaya bahwa analisa terhadap beberapa parameter biokomia dan biofisika bisa menyajikan data yang sangat berguna untuk mengetahui kesehatan dalam system pembukuh latex.

Diagnosa latex diakukan dengan jalan menganalisa beberapa komponen kandungan latex. Type diagnosa ini tisdak bisa dianggap sebagai angka mutlak atau sebuah analisa ndipenden tetapi harus mempertimbangkan data ekoklimat (ketersediaan air, aktifitas fotosintesa) jenis kulit yang di sadap ( kulit perawan, kulit pulihan bagus/jelek) dan juga dipengaruhi oleh kesehatan tanaman ( akar, posisi panel sadap,dan keadaan daun). Diagnosa harus bermanfaat untuk optimalisasi exploitasi lateks pada pohon karet, akan tetapi menghindarkan pemerasan terhadap system pembuluh latex. Dengan kata lain bisa diartikan bahwa kenaikan produksi latex tanpa resiko perusakan tanaman karet.

Disebutkan diatas bahwa dalam darah manusia yang biasa dianalisa adalah kadar gula, kolesterol dll, maka di dalam latex kita analisa antara lain Pi, Mg2+, thiol, dan kadar sucrose.Untuk lebih lengkapnya tenang diagnoa latex ini akan saya sajikan pada posting berikutnya.



Jumat, 12 Agustus 2011

Bagi Yang Baru Masuk ke Bisnis Perkebunan Karet.

Seiring dengan tingginya harga karet belakangan ini yang cukup menggiurkan (harga tertinggi setelah perang dunia ke 2), mendorong banyak investor atau pribadi-pribadi yang berniat membangun perkebunan karet, bagi anda yang baru trjun di bisnis perkebunan karet mungkin tulisan ini akan memberikan sedikit gambaran.

Berbeda dengan tanaman lain dimana produksi yang diambil adalah buah / biji, tanaman karet diambil produksinya berupa getah / latex, bisa kita bayangkan latex sepertihalnya dengan darah pada hewan sedangkan biji / buah adalah anak. Perumpamaanya adalah sebagai berikut; apabila kita menjual darah hewan sebagai produksi kita, maka pengambilan darah haruslah sangat berhati2, karena selain darah tersebut kita jual, disini hewan memerlukan darah tersebut untuk kehidupannya, maka pengambilan yang berlebih akan mengakibatkan hewan tersebut tidak sehat dan bahkan mati, akan tetapi lain halnya apabila kita menjual anak hewan tersebut sebagai produksi kita, penjualan anak tidak akan berpengaruh terhadap hewan yang kita pelihara. Bahkan jika anak hewan itu dijual semua. Begitulah pohon karet, apabila kita mengambil getah terlalu banyak, maka pohon karet tidak sehat lagi dan bahkan bisa saja mati. Berbeda dengan pohon kelapa sawit, walaupun semua buah kita mabil/panen, maka pohon tersebut tidak akan mati.

1. Pemilihan lahan,
Pilihlah lahan yang tidak tergenang, bukan pasir dan bebatuan, ketinggian tanah diatas 600 m dpl, untuk di Indonesia sebaiknya dihindari. Watertable yang terlampau tinggi juga tidak baik untuk perkembangan akar tanaman. Perlu dipertimbangkan juga ketersediaan air terutama saat pembuatan bibitan dan keperluan air yang cukup banyak di TPH (tempat pemungutan hasil). Lokasi perkebunan setidaknya memiliki curah hujan per tahun diata 1500 mm.

2. Pemilihan clone.
Clone adalah sebutan jenis tanaman yang diperbanyak secara vegetative (arti mirip varietas pada perbanyakan generative, atau progeny pada kelapa sawit). Pemilihan clone menjadi sangat penting untuk kelangsungan perkebunan kedepannya serta tujuan dari produksi dan hasil samping perkebunan (apabila mempertimbangkan kayu karet sebagai produksi sampingan). Pemilihan klone juga harus mempertimbangkan iklim serta potensi hama dan penyakit, topografi, keadaan angin dan lainsebagainya.

3. Produksi
Hasil akhir dari perkebunan akan menentukan bagaimana mengelola perkebunan tersebut, apakah perkebunan kita memproduksi latex segar atau cup lump dan coagulum, apakah kita akan menjual produk kebun sebagai raw material? atau kita akan membangun pabrik dan apa produk pabrik kita (RSS, cenex/cream latex dll)? Sebaiknya hal-hal diatas perlu dipertimbangkan dari awal.

4. Ketersediaan tenaga kerja
Perkebunan karet memerluka tenaga penyadap (penderes/pemanen) yang lebih banyak jika disbanding dengan perkebunan kelapa sawit, selain itu tenaga penyadap diperlukan ketrampilan karena ketrampilan penyadap memiliki andil yang cukup dominan bagi produksi tanaman karet.

5. Tenaga ahli.
Adanya tenaga ahli budi daya serta pemanenan sangat diperlukan pada perkebunan karet, sejak dari perencanaan, pemilihan clone, penanaman, perawatan tanaman sampai cara pemanenan sangat menentukan keberhasilan perkebunan dalam jangka panjang. Berbeda dengantanaman lain, asalkan pemupukan benar, tidak ada pencurian dan semua buah di panen, pasti produksi maximum bisa dicapai. Akan tetapi berbeda dengan karet, pemupukan yang berlebihan bisa berakibat buruk, dan walaupun pemupukan benar akan tetapi tehnologi pemanenan (penyadapan) tidak benar, hsil akan tidak maximum dalam jangka panjang.

Kabar baiknya pada perkebunan karet adalah tanaman tesebut ramah lingkungan, penghasil O2 yang baik, menjaga kesuburan tanah dengan cara gugur daun dan saat ini kayu karet sudah dimanfaatkan dan merupakan kayu yang sehat (tidk menimbulkan alergi), sangat berbeda dengan perkebunan kelapa sawit yang saat ini mendapat pertentangan dari masyarakat dunia karena dianggap tidak ramah lingkungan.

Penanganan Biji Karet (klatak)

Biji tanaman karet, sampai saat ini masih difungsikan sebatas untuk penyedia bibit tanaman, padahal potensi lain seperti kandungan minyak nabati dan sebagai pakan ternam masih memungkinkan. Untuk keperluan pembibitanpun hanya clone-clone tertentu yang biasa digunakan. Sebagai material pembibitan, biji yang sudah jatuh sebaiknya segera di tanam, namun terkadang untuk keperluan tertentu, terpaksa biji yang jatuh tidak bisa langsung ditanam .... bahkan harus menempuh jarak yang cukup jauh menuju lokasi pembibitan. Nah pada kasus seperti ini, biji tersebut harus diparlakukan lain apabila menginginkan daya tumbauh dan kualitas bibit yang baik. Berikut ini adalah beberapa cara penanganan biji tersebut;

1. Perendaman
Untuk biji yang kesegarannya sudah merosot mendekati nilai kritis (60%), perlu di rendam dalam air.
2. Penyimpanan
Penyimpanan untuk jangka lama menggunakan cold storage suhu 7 – 10 derajat celcius, hasil percobaan menunjukkan penyimpanan 2 bulan tidak menunjukkan kemerosotan yang berarti, hanya saja masa dormansinya menjadi lebih panjang, dari 21 hari menjadi 30 hari.
3. Pengangkutan
Untuk pengiriman biji yang memakan waktu lama via darat, bisa digunakan serbuk gergaji dengan perbandingan 1 : 1, gunakan serbuk yang tidak mengandung minyak aeteris dan yang sudah agak lama tersimpan.
4. Fungisida.
Sebelum disimpan di cold storage biji diperlakukan dengan fungisida 20 cc / liter untuk perendaman biji sebanyak 5000 selama 5 menit.
5. Pengemasan.
Pengiriman via udara atau jarak dekat, gunakan kantong plastic 70 x 50 cm dengan ketebalan 0,13 mm dan setiap kantong berisi 2000 butir, plastic diperforasi 80 lubang. ( satu lubang untuk respirasi 25 butir biji). Setiap 4 kantong plastic dikemas jadi satu karung goni.
6.Uji viabilitas biji karet
a.Uji kesegaran visual
Biji diambil acak kemudian dibelah dan dilihat
-sangat baik :
-cukup baik
-kurang baik
-Rusak
-Sangat rusak
b.Uji dengan tetrazolium
c.Uji dengan media pasir
Biji dikecambahkan dan diamati setiap minggu sampai 30 hari.

Pemupkan Tanaman Karet.

Pada perkebunan karet, pemupukan merpakan salah satu komponen biaya yang cukup besar, oleh karena itu pemberian pupuk dengan dosis yang tepat sesuai kebutuhan tanaman menjadi factor yang sangat penting bagi kelangsungan hidup tanaman agar senantiasa bisa berproduksi secara maksimal.
Pemberian pupuk yang terlalu sedikit akan berakibat terhadap kesehatan tanaman yang akhirnya produksi yang kita dapatkan tidak maksimal. Sebaliknya pemberian pupuk yanbg terlalu berlebihan akan berakibat kurang baik bagi keuangan perusahaan. Untuk itu pada tanaman yang sudah di sadap (tanaman menghasilkan) pemberian pupuk dilakukan dengan cara mengetahui terlebih dahulu status hara pada tanaman tersebut. Caranya adalah dengan melakukan analisa daun (leaf analysis). Dari besarnya kandungan hara tersebutlah kita tentukan berapa pupuk yang akan kita berikan pada tanaman. Selain dengan cara itu, ada beberapa perusahaan yang tidak melakukan analisa daun, akan tetapi pemberian pupuk didasarkan oleh produksi latex yang dihasilkan tanaman, akan tetapi cara ini kurang akurat, dan tidak bisa mengendalikan keseimbangan unsure hara yang bersifat negative pada produksi latex.

Kebun Entres

Bagi orang non perkebunan, kebun entres mungkin akan sanaga terasa asing di telinga, akan tetapi bagi pekebun, utamanya perkebunan karet pasti mengenal apa itu kebun enters. Kebun enteres adalah kebun berisi tanaman karet yang tujuan dari pennaman adalah untuk menyeriakan batang penghasil mata okulasi, jadi disini tanaman katert tidak diambil latex-nya sebagai produksi, namun hanya diambil batang muda saja, dan dari batang itupun hanya diambil mata tunas untuk keperluan okulasi. Dalam penanaman, kebun enteres memiliki jarak tanam yang lebih rapat, biasanya 90 x 90 cm sampai 120 x 120 cm. untuk menghasilkan mata tunas yang sesuia dengan batang bawah (istilah untuk tanaman yang akan diokulasi) maka kebun entres dilakukan pemangkasan.

Cover crop.

Tanaman karet muda memerlukan cover crop untuk pertumbuhan optimumnya, covercrop adalah tanaman yang difungsikan untuk menutp tanah diantada barisan tanaman yang salah satu fungsinya adalah untuk menekan pertumbuhan gulma. Untuk itu persyaratan covercrop antara lain kemampuannya memfihsasi N dari udara.
Di masa sekarang, orang lebih suka menggunakan covercrop yang bernama mucuna b. kelebihan dari mucuna adalah harganya yang relative murah (bahkan bisa dibiakkan dengan stek) dan kemampuan menutup tanah yang lebih cepat dari jenis lain, keemahannya, karena cepatnya pertumbuhan, maka mucuna harus dijaga agar jangan sampai merambat ke tanaman karet.
Jenis-jenis covercrop yang sering dipakai adalah:
1. Colopogonium caerelium
2. Pueraria javanica
3. Pueraria phaseoloides
4. Centrosema pubescens
5. Mucuna

Pembuatan Bibitan (Nursery) karet

Pembuatan bibitan karet pada masa sekarang umumnya dilakukan melalui 2 cara yaitu:
1. Ground Nursery
Adalah pembibitan dimana biji karet dari persemaian langsung di tanam ke tanah, dan sesudah mencapai umur tertentu tanaman tersebut diokulasi.
Setelah okulasi berhasil, tanaman dicabut dan kemudian ditanam lagi ke dalam polybag, Dari tanaman polybag tersebutlah dihasilkan bibit yang siap untuk ditanam langsung ke lapangan, saat penanaman tentu saja bibit harus sudah memenuhi syarat dan kriteria tertentu.

2. Polybag Nursery.
Berbeda dengan polybag langsung, pada system pembibitan ini, biji yang sudah di semai langsung di tanam ke dalam polybag, sesudah memenuhi kriteria tertentu, tanaman kemudian di okuasi. Dan dari hasil okulasi tersebut, tanaman bisa dilangsung ditanam ke lapangan sesudah memenuhi syarat dan criteria tertentu.

Okulasi (budgrafting) cangkok (marcotting) stum mata tidur (budded stum) menurut penelitian clone avros 2037 dan GT1 memiliki kompatibilitas yang paling tinggi untuk di okulasi (sebagai batang bawah), okulasi dini (2 – 3 bulan) okulasi hijau (4 – 6 bulan) okulasi coklat (8 – 10 bulan)

Kamis, 11 Agustus 2011

InovaTrack GPS Tracking System

InovaTrack merupakan suatu GPS Vehicle Tracking System atau Automatic Vehicle Location (AVL) paling inovatif di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS) dan GSM/GPRS, sistem ini memungkinkan pemakai mengetahui lokasi kendaraannya yang dimonitor, secara real-time dan otomatis. Pemakai dapat melihat lokasi, arah, kecepatan dan rute yang dilalui kendaraannya pada sebuah peta yang ditampilkan di layar komputer, PDA ataupun smart phone.


InovaTrack webpage

Klik untuk gambar yang lebih besar

Tidak hanya itu, InovaTrack juga secara otomatis memonitor, membuat laporan bahkan memberi alert untuk kejadian-kejadian tertentu. Alert dapat dilihat di layar komputer ataupun dikirim melalui Short Message Service (SMS) kepada pemilik.

Manfaat

Manfaat yang dapat diperoleh dari sistem ini adalah:

Pemilik dapat memantau posisi kendaraannya kapan saja secara real time
Meningkatkan keamanan kendaraan, termasuk dari resiko pencurian
Menekan resiko penyalahgunaan kendaraan
Meningkatkan produktifitas pemakaian kendaraan
Menekan biaya operasional kendaraan
Mempermudah komunikasi antara pemilik kendaraan dengan pengemudi.

Jumat, 31 Juli 2009

SMK3

SISTEM MANAJEMEN
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Sistem Manajement Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan keharusan untuk diterapkan di setiap perusahaan di Indonesia yang mempekerjakan sedikitnya 100 pekerja atau lebih, atau mempekerjakan kurang dari 100 pekerja akantetapi memiliki resiko K3 yang tinggi. Berikut saya posting criteria-kriteria yang harus dipenuhi dalam menjalankan system manajeman tersebut. Criteria ini bias juga dipakai untuk panduan meng audit SMK3. semoga bermanfaat.


1. PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN KOMITMEN
1.1 Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
1.2 Tanggung Jawab dan Wewenang Untuk Bertindak
1.3 Tinjauan Ulang dan Evaluasi
1.4 Keterlibatan dan Konsultasi dengan Tenaga Kerja

2. STRATEGI PENDOKUMENTASIAN
2.1 Perencanaan Rencana Strategi Keselamatan dan Kesehatan Kerja
2.2 Manual Sistem Manajemen K3
2.3 Penyebarluasan Informasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja

3. PENINJAUAN ULANG PERANCANGAN (DESIGN) DAN KONTRAK
3.1 Pengendalian Perancangan
3.2 Peninjauan Ulang Kontrak

4. PENGENDALIAN DOKUMEN
4.1 Persetujuan dan Pengeluaran Dokumen
4.2 Perubahan dan Modifikasi Dokumen

5. PEMBELIAN
5.1 Spesifikasi dari pembelian barang dan jasa
5.2 Sistem Verifikasi Untuk Barang dan Jasa Yang Dibeli
5.3 Kontrol Barang dan Jasa Yang Dipasok Pelanggan

6. KEAMANAN BEKERJA BERDASARKAN SISTEM MANAJEMEN K3
6.1 Sistem Kerja
6.2 Pengawasan
6.3 Seleksi dan Penempatan Personil
6.5 Pemeliharaan, Perbaikan dan Perubahan Sarana Produksi
6.6 Pelayanan
6.7 Kesiapan untuk Menangani Keadaan Darurat
6.8 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

7. STANDAR PEMANTAUAN
7.1 Pemeriksaan Bahaya
7.2 Pemantauan Lingkungan Kerja
7.3 Peralatan Inspeksi, Pengukuran dan Pengujian
7.4 Pemantauan Kesehatan

8. PELAPORAN DAN PERBAIKAN KEKURANGAN
8.1 Pelaporan Keadaan Darurat
8.2 Pelaporan Insiden
8.3 Penyelidikan Kecelakaan Kerja
8.4 Penanganan Masalah

9. PENGELOLAAN MATERIAL DAN PERPINDAHANNYA
9.1 Penanganan Secara Manual dan Mekanis
9.2 Sistem Pengangkutan, Penyimpanan dan Pembuangan
9.3 Bahan-bahan Berbahaya

10. PENGUMPULAN DAN PENGGUNAAN DATA
10.1 Catatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
10.2 Data dan Laporan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

11. AUDIT SISTEM MANAJEMEN K3
11.1 Audit Internal Sistem Manajemen K3

12. PENGEMBANGAN KETERAMPILAN DAN KEMAMPUAN
12.1 Strategi Pelatihan.
12.2 Pelatihan Bagi Manajemen dan Supervisor
12.3 Pelatihan bagi Tenaga Kerja
12.4 Pelatihan untuk Pengenalan bagi Pengunjung dan Kontraktor
12.5 Pelatihan Keahlian Khusus


Jumat, 24 Juli 2009

OHSAS 18001 Ver 2007

Seperti halnya System manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang berlku di indonesia, OHSAS 18001 adalah suatu seri penilaian terhadap system manejemen Keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku di tingkat internasional. Dalam system ini organisasi akan diharuskan untuk mengelola tingkat bahaya dan resiko agar tidak menimbulkan suatu insuden serta mengelola kesehatan bagi semua pekerja yang ada.

Bagi anda yang sudah meng-implementasikan OHSAS versi 1999, berikut adalah klusul-klausul dalam kedua versi 2007. Perlu diketahui bahwa versi 1999 akan habis masa berlakunya pada bulan jui 2009. Untuk itu segera revisi OHSAS anda ke versi 2007. Akhrinya, mudah-mudahan tulisan ini ada manfaatnya.

1. Scope
2. Reference publications
3. Terms and definitions (23 items)
4. OH&S management system requirements
4.1 General requirements
4.2 OH&S policy
4.3 Planning
4.3.1 Hazard identification, risk assessment and determining controls
4.3.2 Legal and other requirements
4.3.3 Objectives and programme(s)
4.4 Implementation and operation
4.4.1 Resources, roles, responsibility,
accountability and authority
4.4.2 Competence, training and awareness
4.4.3 Communication, participation and
Consultation
4.4.4 Documentation
4.4.5 Control of documents
4.4.6 Operational control
4.4.7 Emergency preparedness and response
4.5 Checking
4.5.1 Performance measurement and monitoring
4.5.2 Evaluation of compliance
4.5.3 Incident investigation, nonconformity,
corrective action and preventive action
4.3.5.1 Incident investigation
4.3.5.2 Nonconformity, corrective action and
preventive action
4.5.4 Control of records
4.5.5 Internal audit
4.6 Management review




SYSTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN

Seri ISO yang satu ini berfokus pada lingkungan hidup. Di dalamnya mencakup pelestarian ligkungan, pencegahan pencemaran lingkungan dan pemanfaatan sumber daya se efisien mungkin. Ada pepatah yang sering diucapkan pada pelestarian lingkungan ini yaitu “Kita tidak mewariskan lingkungan ini kepada anak cucu kita, akantetapi kita meminjam dari mereka”
Berbeda dengan ISO 9001 (mutu) dalam seri ini kita diwajibkan untuk memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi lingkungan. Sebagai acuan dalam perundang-undangan lingkungan anda bisa melihat di www.menlh.go.id.
Sebagai panduan awal, berikut klausul klausul yang ada pada ISO 14001 nersi 2004. Semoga bisa bermanfaat.

1. Ruang Lingkup
2. Referensi
3. Terminologi dan Devinisi
4. Persyaratan
4.1. Persyaratan Umum
4.2. Kebijakan Lingkungan
4.3. Perencanaan
4.3.1. Aspek Lingkungan.
4.3.2. Persyaratan peraturan perundang-undangan dan lainnya.
4.3.3. Obyektif, Target dan Pogram.
4.4. Penerapan dan operasi.
4.4.1. Sumber daya, Peran, Tanggung jawab dan Wewenang.
4.4.2. Kompetensi, Pelatihan dan Pemahaman.
4.4.3. Komunikasi.
4.4.4. Dokumentasi.
4.4.5. Pengendalian Dokumen.
4.4.6. Pengendalian Operasional.
4.4.7. Kesiagaan dan tanggap darurat.
4.5. Pemeriksaan
4.5.1. Pemantauan Dan Pengukuran.
4.5.2. Evaluasi Penaatan
4.5.3. Non Conformity, Corrective Action, Preventive Action
4.5.4. Pengendalian Catatan
4.5.5. Audit Internal
4.6. Tinjauan Manajemen.

Rabu, 15 Juli 2009

ISO 9001 versi 2008 (PERSYARATAN)

ISO 9000 adalah suatu seri ISO yang merupkan standardisasi mutu, atau dengan kata lain mutu dari produk yang dihasilkan suatu organisasi / perusahaan adalah tujuan utama dalam penerapan seri ini. Akhirnya, kepuasan pelanggan merupakan sasaran utama yang akan dicapai.
Untuk penerapan system ini tentu saja organisasi akan memerlukan konsultan atau suatu badan sertifikasi international. Ada banyak badan sertifikasi yang bisa kita gunakan jasanya, akan tetapi untuk urusan pemilihan badan sertifikasi hendaknya perlu mempertimbangkan kredibilitas badan tersebut di dunia international.
Bagi anda yang ingin menerapkan ISO 9001 versi 2008, berikut ini adalah klausul-klausul yang ada. Mudah-mudahan bisa mnjadi panduan baik untuk sertifikasi awal maupun untuk revisi ke versi 2008.


1 Lingkup
1.1 Umum
1.2 Penerapan

2 Acuan yang mengatur

3 Istilah dan definisi

4 Sistem Manajemen Mutu

4.1 Persyaratan umum

4.2 Persyaratan dokumentasi
4.2.1 Umum
4.2.2 Pedoman Mutu
4.2.3 Pengendalian dokumen
4.2.4 Pengendalian rekaman

5 Tanggung jawab manajemen
5.1 Komitmen manajemen
5.2 Fokus pada Pelanggan
5.3 Kebijakan mutu
5.4 Perencanaan
5.4.1 Sasaran mutu
5.4.2 Perencanaan sistem manajemen mutu
5.5 Tanggung jawab, wewenang dan komunikasi
5.5.1 Tanggung jawab dan wewenang
5.5.2 Wakil manajemen ( MR )
5.5.3 Komunikasi internal
5.6 Tinjauan manajemen
5.6.1 Umum
5.6.2 Tinjauan masukan (Review input)
5.6.3 Tinjauan keluaran ( Review output )

6 Pengelolaan sumber daya
6.1 Penyediaan sumber daya
6.2 Sumber daya manusia
6.2.1 Umum
6.2.2 Kompetensi, Pelatihan, dan Pemahaman
6.3 Prasarana (Infrastructure)
6.4 Lingkungan kerja ( Work environment )


7 Realisasi Produk (Product realization)
7.1 Perencanaan realisasi produk
7.2 Proses yang berkaitan dgn pelanggan
7.2.1 Penetapan persyaratan yg berkaitan dengan produk
7.2.2 Tinjauan persyaratan berkaitan dengan produk
7.2.3 Komunikasi pelanggan

7.3 Perancangan dan pengembangan (Design and development)
7.3.1 Perencanaan perancangan dan pengembangan
7.3.2 Masukan perancangan dan pengembangan
7.3.3 Keluaran perancangan dan pengembangan
7.3.4 Tinjauan perancangan dan pengembangan
7.3.5 Verifikasi perancangan dan pengembangan
7.3.6 Validasi perancangan dan pengembangan
7.3.7 Pengendalian perubahan perancangan dan pengembangan

7.4 Pembelian
7.4.1 Proses pembelian
7.4.2 Informasi pembelian
7.4.3 Verifikasi produk yang dibeli

7.5 Produksi dan penyediaan jasa/ layanan
7.5.1 Pengendalian produksi dan penyediaan jasa/ layanan
7.5.2 Validasi proses untuk produksi dan penyediaan jasa/ layanan
7.5.3 Identifikasi dan mampu telusur
7.5.4 Properti pelanggan
7.5.5 Menjaga kondisi produk

7.6 Pengendalian peralatan pemantauan dan pengukuran

8 Pengukuran, analisis dan perbaikan
8.1 Umum

8.2 Pemantauan dan pengukuran (Monitoring & measurement)
8.2.1 Kepuasan Pelanggan
8.2.2 Audit internal
8.2.3 Pemantauan dan pengukuran proses
8.2.4 Pemantauan dan pengukuran produk

8.3 Pengendalian produk yang tidak sesuai

8.4 Analisis data

8.5 Perbaikan
8.5.1 Perbaikan berlanjut (Continual improvement)
8.5.2 Tindakan koreksi (Corrective action)
8.5.3 Tindakan pencegahan

Kamis, 28 Mei 2009

Latex Cup

Bagi perkebuan, mangkok latex adalah alat yang harus ada untuk menampung tetesan latex sebelum dikumpulkan menjadi latex dalam jumlah yang banyak. dalam sejarahnya, manglok latex yang umumnya sekarang berbahan plastic sebenarnya mempunyai banyak saudara tua. dari mangkok tanah, mangkok porselen, mangkok kaca sampai mangkok alumunium. yang umum dipaki jaman sekarang adalah mangkuk plastik.
walaupun pada perusahaan tertentu ada yang masih menggunakan mangkok tanah dan untuk perkebunan rakyat banyak yang menggunakan mangkok tempurung. Mangkok porselin yang ada pada halaman utama kami sebenarnya ada beberapa jenis, ukuran dan bentuk. namun karena mangkok tersebut mulai langka, kami baru bisa menampilkan gambar tersebut. perlu diketahui bahwa mangkok porselir tersebut umurnya sudah puluhan tahun. dan keberadaannya sekarang sudah mulai langka.



Inspection tool

Mutu sadapan merupakan kunci utama dalam exploitasi tanaman karet. salah satu yang paling kritis adalak kedalaman sadapan. Dimana kedalaman ini sangat menentukan hasil latex yang akan kita peroleh. apabila terlalu dalam atau luka kayu, tentu saja akan mengganggu proses translokasi, sehingga kesehatan tanama karet juga ikut terganggu. Apabila kurang dalam, produksi yang kita peroleh akan tidak maksimal (under exploitations).
untuk keperluan pengukuran kedalaman tersebut,terlihat pada gambar (halaman utama) adalah alat pengukur ketebalan kulit yang bisa dipakai untuk mengukur kedlaman sadapan juga. Alat seperti ini sangat penting bagi anda yang berkecimpung di perkebunan karet,utamanya petugas yang berhubungan langsung dengan penyadapan (tapping).


Jamur Merah, Cantik, Enak

Mungkin bagi anda yang tinggal do kota, tidak banyak mengenal Jamur. atau mungkin hanya kenal beberapa jamur yang di jual di super market. Padahal sebenarnya banyak sekali jamur yang tumbuh di bumi ini, dari jamur yang lezat untuk dimakan, jamur untuk obat, bahkan jamur yang beracun. dari beberapa diantara jaur yang ada, sebagian sudah ada yang bisa dibudidayakan (contoh: jamur merang, shintake dll). sedangkan untuk contoh jamur yang bisa dikonsumsi, namun belum umum dibudidayakan seperti
jamur barat, jamur telunjuk (trucuk)jamur grigid, jamur janjangan sawit dan lain-lain. Diantara jenis jamur ada bahkan yang dikalangan tertentu jaman dahulu digunakan untuk sarana mabok-mabokan (contoh: jamur celetong (tai) kerbau). Di beberapa daerah, seperti gambar di halaman utama blog saya, ada jenis jamur yang cantik, berwarna merah dan bisa di konsumsi. kami menyebutnya dengan jamur terucuk merah. Jamur ini biasa tumbuh bergerombol pada musim hujan.



Kamis, 26 Maret 2009

GPS UNTUK PENGUKURAN

Seperti posting saya terdahulu bahwa penggunaan alat GPS bisa juga untuk melakukan pengukuran, maka pada posting kali ini akan kita bahas mengenai cara pengukuran suatu areal menggunakan alat GPS. Prinsip kerjanya, alat ini sewaktu kita gunakan (menggunakan bantuan satelit tentunya)akan memberikan informasi kepada kita tentang posisi koordinat dimana GPS berada di muka bumi, ketinggian dari permukaan Laut, kecepatan bergerak dan lain-lain.

Pada saat kita menggunakan alat GPS dan kita dalam posisi bergerak, maka secara otomatis alat GPS akan memberikan jejak/trach, way point, kecepatan bergerak dan juga kompas digital yang hanya akan bekerja sat kita bergerak.

untuk keperluan pengukuran, dari track yang tergambar pada alat GPS itulah yang akan kita olah sehingga informasi seperti ; Luas, keliling panjang suatu tempat akan bisa kita hitung.

Dalam penghitungan, pada alat GPS terkadang sudah bisa untuk mengukur jarak dari suatu tempat/titik ke tempat/titik lain. Akan tetapi untuk pengukuran luas dan pengukuran yang lain, kita perlu menggunakan bantuan computer untuk mengerjakan pekerjaan ini. ada beberapa software yang bisa dipakai, untuk kesempatan ini kebetulan saya menggunakan program Mapinfo.

Program tersebut selain bisa untuk pengukuran data tersebut diatas, bisa juga menyajikan data, sortir data dan lain lain sehingga sangat berguna untuk kita yang bekerja menggunakan peta sebagai salah satu alat analisa dan pendukung data.

Sekian dulu posting kali ini ya, untuk pengukuran lebih lanjut insyaAllah akan kita bahas pada posting selenjutnya.

Selasa, 24 Maret 2009

GLOBAL POSITIONING SYSTEM

Mungkin saat ini kata-kata GPS semakin populer di kalangan masyarakat luas, akan tetapi masih banyak yang belum tahu persis seluk beluk apa itu GPS?

GPS adalah singkatan dari Global Positoning System yaitu penentuan posisi di muka bumi menggunakan bantuan sebuah alat GPS Receiver. Alat GPS (biasanya berupa GPS receiver) bekerja dengan cara penerimaan signal yang hanya akan berfungsi apabila signal yang diterima berasal dari beberapa satelit (alat GPS tertentu hanya akan berfungsi apabila signal yang diterima lebih dari 4 satelit).

Pada mulanya GPS banyak dipakai untuk navigasi kapal & Pesawat terbang yang bisa menentukan posisi koordinat, ketinggian, kecepatan bergerak, jarak tempuh dan lain-lain. Namun dalam perkembangannya GPS sudah merambah kekehidupan sehari-hari, sebagai contoh, beberapa merek mobil sudah difasilitasi dengan alat ini untuk memandu perjalanan si pengguna. Bahkan beberapa merk Ponsel (telefon seluler) sudah menyematkan peralatan ini sebagai fitur tambahan. Dalam bisnis, Pemetaan menggunakan alat GPS yang didukung oleh peta satelit bisa dipakai untuk memetakan potensi pasar yang memudahkan bagi pengguna untuk presentasi menggunakan peta digital. Di bidang pertanahan, GPS bisa diaplikasikan pada pemetaan. Pemetaan menggunakan alat ini sangat bagus diaplikasikan pada perkebunan-perkebunan besar apalagi pada pembukaan lahan baru. Keuntungan penggunannya adalah bisa mendapatkan koordinat pasti pada belantara yang sedang di buka, sehingga masalah tumpang tindih HGU yang sering terjadi dewasa ini bisa dihindari. Untuk kebun-kebun yang sudah jadi, pemakaian GPS sangat bermanfaat untuk inventarisasi teritorial. Lebih lanjut, dengan bantuan software tertentu, GPS bisa menjadi data yang unik dan representatif. Sebagai conoh dengan peta kebun yang sudah kita buat secara digital kita bisa memasukkan informasi-informasi terkait sepert, luas blok, nama kepala divisi, jumlah tanaman, pencapaian produksi, dan lain-lain sesuai kehendak kita. Bahkan untuk mempermudah penyajian data, beberapa blok dengan kriteria sama bisa kita sajikan dengan wara yang sama. Maksudnya begini: sebagai contoh: kita akan menampilkan blok-blok yang berproduksi kurang 70% , secarotomatis blok-blok tersebut akan tampil tersendiri dengan warna yang sama. Khusus untuk pengukuran, dengan program bantuan menggunakan GPS, kita bisa mengukur luas, panjang dan keliling suatu areal, bahkan dengan peta udara kita bisa mengukur lahan dari gambar peta tersebut tentunya dengan bantuan software tertentu.

Meskipun alat tersebut cukup membantu kehidupan manusia baik dalam navegasi maupun pemetaan, namun tetap saja ada kelemahan, kelemahannya. Yang jelas, alat ini bekerja dengan jalan menangkap signal langsung dari satelit. Sehingga, idealnya alat GPS akan bekerja baik pada areal yang terbuka, maka pada keadaan cuaca mendung atau pada areal di bawah pepohonan maka akurasi GPS bisa ber kurang. Namun pada peralatan yang bagus, akurasi akan lebih bagus juga. Namun harga jugalah yang menentuka.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls